Minggu, 27 Desember 2015

How I Define Love

Okay. It's time for me to define what love is all about.
Love is a chemical process in your brain. All emotions are chemical processes in your brain. And your brain is a physical organ. It means, everything it does, it does in a physical way.


Love is a chemical reaction in your brain. It's not elfin magic or pixie dust or others. So what? That doesn't make it any less wonderful. Yeah. Less mystical, no less wonderful. Spot on.
The trick is to distinguish it from all the other chemical processes that feel subjectively similar to love, like infatuation or MHC (Major Histocompatibility Complex) response. (O, MHC is a genetic system that allows large proteins in immune system cells to identify compatible or foreign proteins. It also allows the matching of potential organ or bone marrow donors with recipients). You can google it if you want to know more about MHC response (or other confusing words in this answer), cause it'll take about 6 sks (or more) for me to explain those words to you.


Now, back to the chemical processes that feel subjectively similar to love.
The technique that helps me understand my feelings and sort out the difference between love and all those various feel-Aline's is to ask myself, is this a desire for me to have the other person, or is this a desire for him to have what's best for himself?
If the thought of me not being with him and him being happy without me makes my inner self stamp my feet and say "Mine! Mine! I want him! He belongs to me! Mine!" then it's not love. Because love is not about ownership.
If the thought of him being happy, even without me, makes me think "Wow, that's awesome! I want him to be happy!" then that's how I know it's love.
Okay, I know right now I sounds like a theoretical bullshit. Hahah. But that's how I define love. Everyone has their right to define love by their own way, hasn't they?


Ps: all images credit to google.

Sabtu, 26 Desember 2015

10 tipe mama (jokes)

ada 10 tipe mama kalo lagi chat:

1. mama yg super baik
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :)
mama: mau pulang jam berapa syg?
mama: nanti pulang mau makan apa? nanti mama bikinin
mama: oiya sayang kamu ada uang ga? kalo gaada mama transferin ya sekarang
mama: yang baik yaaa sayangg, jangan ngerepotin temen kamu yaa
anak: makan di luar aja nanti
anak: iyaaa maa
2. mama yg overprotective
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :)
mama: sama siapa aja?
mama: kapan?
mama: dimana?
mama: pulang jam berapa?
mama: naik apa ke sana?
mama: pulangnya naik apa?
mama: awas aja ya kalo ada cowo
anak: ma, nanya nya satu satu napa
3. mama yg gaul
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :)
mama: yoi
mama: mau balik jam berapeee
mama: nanti mama nitip caramel frappucino starbucks yaa
mama: btw itu path sama periscope mama di accept dulu
mama: sama snapchat mama juga jangan lupa
anak: iya ma iya
4. mama yg gapeduli
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :) (read)
anak: ma (read)
anak: mama (read)
anak: mama marah? (read)
anak: mah (read)
anak: mamah (read)
anak: mamaaaah (read)
anak: mah jawab mah (read)
anak: mah, mamah masi idup kan mah (waduh!)
5. mama yg cuek
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :)
mama: y
6. mama yg fangirl (eh fanmom maksudnya)
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :)
mama: yaampuunn
mama: sama siapaaa
mama: ada yg mirip zayn malik gaaa?
mama: atau niall horan gituu?
mama: kalo engga yg kaya liam payne?
anak: mah mah
anak: udh mah
7. mama yg islami
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :)
mama: astaghfirullah
mama: dengan siapa nak?
anak: sama temen ma
mama: aduh nak
mama: mamah takut kamu berzinah
anak: engga mah
anak: astaghfirullah
8. mama yg suka brondong
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :)
mama: sama siapa?
mama: temen kamu ada yg ganteng imut gitu ga?
mama: boleh dong mama nanti minta pinnya ;)
anak: astaghfirullah
anak: mah inget papah mah
anak: papah nanti gimana
9. mama yg sarcastic
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :)
mama: yauda sana
mama: gausa balik
mama: tinggal aja di sono
anak: ampun maa
10. mama yg gaptek
anak: ma aku izin mau ke rumah temen ya :)
mama: igw (typo nulis 'iya')
mama: iya
mama: ina gmaq (typo lagi, gatau typo apaan)
mama: anaa (typo mulu)
mama: ini gmn cara hapusnya (berhasil ngetik)
mama: ini cara ngirimnya gmn (padahal dari tadi ke kirim semua)
mama: kok ini semua bisa ke kirim? (baru nyadar)
anak: (read)

Nemuin tipe mama yg lain? Jangan sungkan kasih tau aku yaaaaa.. ;)

Iklan Eksis Iritologi no 94: "ganteng dikit cekrek"

Iklan eksis emang selalu bikin ketawa, apalagi iklan eksis yang baru baru ini keluar. Kurang lebih seperti ini iklannya......


Iritoloji nomor slimann epat.. (sembilan empat kalik ah wkwk)
Nunggu guru, selfie duluuu..
Ganteng dikit cekrek
Ganteng banyak cekrek, ganteng bangeeeet...
Cekrek cekrek upload
Manda mandi kembang, like this
Pulang sekolah, ngumpul sama temen, senyum bebek cekrek


Salam hormat cekrek, upload upload
Budi belagu like this, Bobi baper like this,
Menataap masa depaaaaan…


Okay sekian. Kutau ini agak samphiz (samphiz bgt sih sebenernya sel). Bye, enjoy your weekend. :p

Selasa, 21 Oktober 2014

IBU :)

Jadi, sebenernya aku lagi uts. Tapi aku kangen mama tiba-tiba. Yaudah jadinya aku mau cerita tentang salah satu kisah seorang Ibu yang sangat hebat.
Sosok seorang ibu memang sangat melekat dalam kehidupan kita, sehingga sudah sepantasnya kita membahagiakan ibuk kita selama ibu kita masih ada, sekecil apapun kita berusaha mencoba membahagiakan sosok seorang ibu , pasti akan membuat ibu kita merasa bahagia, karena perhatian seorang anak akan sangat di harapkan oleh seorang ibu walaupun tak pernah terucap dari bibirnya.
Nah berikut adalah cerita sedih mengharukan sosok seorang ibu, semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita semua dan uga menghibur sebagai bacaan anda semua, selamat membaca cerita sedih tentang ibu berikut :
Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya.
Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih.
Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.
Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja. Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo.
Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.
Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!"
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu.
"Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.
Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!"
Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja "Mother's Day" sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Jadikan setiap harimu menjadi "Mother's Day".
Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi. 

Minggu, 01 Juni 2014

Cinta Pertama

Seandainya kamu bisa melihat kamu dari mataku, 
Kamu akan melihat orang yang menyebalkan, yang jahil, yang cuek, tapi selalu membuatku tertawa.
Seandainya kamu bisa melihat kamu dari mataku, 
Kamu akan melihat orang yang nggak pernah mau mengalah, orang yang seenaknya saja, 
Namun juga orang pertama yang akan bertanya, “apa kamu baik-baik saja?”
Seandainya kamu bisa melihat kamu dari mataku, 
Kamu akan tahu bahwa kamulah satu-satunya. 
Seandainya kamu bisa melihat kamu dari mataku…


Kamu akan tahu, aku sedang melihat cinta pertama. :)

By :
Free Blog Templates